pialadunia 1978: Kontroversi yang Menenteramkan

UNTUK pertama kalinya, setelah 16 tahun, Piala Dunia 1978 kembali digelar di Amerika Selatan, tepatnya di Argentina. Mengingat situasi politik Argentina saat itu, keputusan FIFA bukannya tak mengundang kontroversi dan ancaman boikot.

Ketika FIFA memutuskan menggelar Piala Dunia 1978 di Argentina, situasi pemerintahan jauh dari keadaan aman dan tenteram. Penguasa militer saat itu menjalankan roda pemerintahan dengan tangan besi. Aksi protes melawan pemerintah selalu direspons dengan penangkapan, penyiksanaa, dan pertumpahan darah.

Sejumlah negara, termasuk yang lolos kualifikasi, mempertimbangkan melakukan boikot dengan tidak menghadiri perhelatan tersebut. Namun, perhelatan tetap dilaksanakan, tanpa kehadiran dua pemain penting, yaitu Johann Cruyff dan Franz Beckenbauer. Cruyyf tidak tampil setelah mengalami percobaan penculikan.

Selama perhelatan, peserta memang tak mengalami gangguan keamanan. Namun, sejumlah kalangan menilai, peraturan turnamen tidak adil karena cenderung mendukung Argentina. Belum lagi munculnya dugaan pengaturan skor.

Salah satu peraturan yang dinilai menguntungkan adalah, Argentina selalu bermain malam hari, sehingga mereka sudah lebih dulu mengetahui hasil lain di grup mereka.

Soal pengaturan skor, itu terjadi di fase grup putaran kedua. Saat itu, Argentina harus melawan Peru. Untuk menjadi juara Grup B dan melaju ke final, Argentina harus menang dengan selisih empat gol.

Secara luar biasa, Argentina menang 6-0. Komentator menyebut kemenangan itu terlalu mudah. Belakangan, sejumlah kalangan menilai, kiper Peru, Ramon Quiroga, terlibat konspirasi dengan Argentina. Kesimpulan ini berdasar kenyataan bahwa Quiroga merupakan pemain kelahiran Argentina. Namun, tuduhan ini tak pernah terbukti.

Kontroversi Argentina masih berlanjut ke babak final, di mana mereka berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Belanda 3-1. Setelah pertandingan, Belanda menolak menghadiri konferensi pers karena menilai Argentina sengaja mengulur-ulur waktu kick-off.

Kontroversi mencapai puncaknya setelah di akhir turnamen, FIFA menganugerahkan penghargaan fair play kepada Argentina.

Terlepas dari berbagai kontroversi, Piala Dunia 1978 Argentina menularkan kegembiraan kepada rakyat yang sudah tersiksa rasa takut dalam dua tahun terakhir. Kiranya, ini menjadi sumbangan terbesar Mario Kempes dkk kepada negaranya.

Bagi sepak bola, hal itu semakin meneguhkan bahwa sepak bola bisa meretas batas-batas yang tak bisa ditembus sistem politik, ekonomi, atau sosial.

Data & Fakta Piala Dunia 1978 Argentina
Format: Empat grup yang masing-masing terdiri dari empat empat tim mengikuti babak penyisihan. Penghuni dua besar setiap grup masuk ke putaran grup kedua, yang terdiri dari dua grup berisi masing-masing empat tim. Juara grup bertemu di babak final.

Peristiwa penting & unik:
*Pada pertandingan melawan Hungaria, Perancis mengenakan kostum tim lokal, Atletico Kimberley. Dalam siaran televisi hitam-putih, kedua kubu tampak memakai kostum yang sama.
*Brasil tak sekalipun menderita kekalahan, namun gagal melaju ke final.
*Pemain Belanda, Ernie Brandts, mencetak gol di awal dan akhir laga melawan Italia. Gol pertama dilakukan ke gawang sendiri dan gol kedua ke gawang Italia. Belanda menang 2-1.
*Seorang biarawati ditahan karena menyerang seorang pria yang gembira melihat Austria menang 3-2 atas Jerman Barat.

Top skor

Gol Pen Main
Mario Kempes 6 0 7
Teofilo Cubillas 5 2 6
Rob Renzenbrink 5 4 7
Leopoldo 4 0 5
Hans Krankl 4 1 6

Perjalanan Menuju Final
GROUP A
Italia 2-1 Perancis
Argentina 2-1 Hungaria
Italia 3-1 Hungaria
Argentina 2-1 Perancis
Perancis 3-1 Hungaria
Italia 1-0 Argentina

P W D L Goals Pts
1. Italia 3 3 0 0 6-4 6
2. Argentina 3 2 0 1 4-3 4
3. Perancis 3 1 0 2 5-5 2
4. Hungaria 3 0 0 3 3-8 0

GROUP B
Jerman Barat 0-0 Polandia
Tunisia 3-1 Meksiko
Jerman Barat 6-0 Meksiko
Polandia 1-0 Tunisia
Jerman Barat 0-0 Tunisia
Polandia 3-1 Meksiko

P W D L Goals Pts
1. Polandia 3 2 1 0 4-1 5
2. Jerman Barat 3 1 2 0 6-0 4
3. Tunisia 3 1 1 1 3-2 3
4. Meksiko 3 0 0 3 2-12 0

GROUP C
Austria 2-1 Spanyol
Swedia 1-1 Brasil
Austria 1-0 Swedia
Brasil 0-0 Spanyol
Brasil 1-0 Austria
Spanyol 1-0 Swedia

P W D L Goals Pts
1. Austria 3 2 0 1 3-2 4
2. Brasil 3 1 2 0 2-1 4
3. Spanyol 3 1 1 1 2-2 3
4. Swedia 3 0 1 2 1-3 1

GROUP D
Belanda 3-0 Iran
Peru 3-1 Skotlandia
Belanda 0-0 Peru
Skotlandia 1-1 Iran
Skotlandia 3-2 Belanda
Peru 4-1 Iran

P W D L Goals Pts
1. Peru 3 3 0 0 7-2 5
2. Belanda 3 1 1 1 5-3 3
3. Skotlandia 3 1 1 1 5-6 3
4. Iran 3 0 0 2 2-8 1

Fase penyisihan grup (Penyisihan kedua)
GROUP A
Belanda 5-1 Austria
Jerman Barat 0-0 Italia
Italia 1-0 Austria
Jerman Barat 2-2 Belanda
Austria 3-2 Jerman Barat
Belanda 2-1 Italia

P W D L Goals Pts
1. Belanda 3 2 1 0 9-4 5
2. Italia 3 1 1 1 2-2 3
3. Jerman Barat 3 0 2 1 4-5 2
4. Austria 3 1 0 1 4-8 2

GROUP B
Brasil 3-0 Peru
Argentina 2-0 Polandia
Polandia 1-0 Peru
Argentina 0-0 Brasil
Brasil 3-1 Polandia
Argentina 6-0 Peru

P W D L Goals Pts
1. Argentina 3 2 1 0 8-0 5
2. Brasil 3 2 1 0 6-1 5
3. Polandia 3 1 0 2 2-5 2
4. Peru 3 0 0 3 0-10 0

Perebutan peringkat tiga
Brasil 2-1 Italia

FINAL
Argentina 3-1 Belanda (Perpanjangan waktu)

Sepatu Emas
1. Mario Kempes (Argentina)
2. Teofilo Cubillas (Peru)
3. Rob Renzenbrink (Belanda)

FIFA Fair Play
Argentina

sumber:suporter.info

UNTUK pertama kalinya, setelah 16 tahun, Piala Dunia 1978 kembali digelar di Amerika Selatan, tepatnya di Argentina. Mengingat situasi politik Argentina saat itu, keputusan FIFA bukannya tak mengundang kontroversi dan ancaman boikot.

Ketika FIFA memutuskan menggelar Piala Dunia 1978 di Argentina, situasi pemerintahan jauh dari keadaan aman dan tenteram. Penguasa militer saat itu menjalankan roda pemerintahan dengan tangan besi. Aksi protes melawan pemerintah selalu direspons dengan penangkapan, penyiksanaa, dan pertumpahan darah.

Sejumlah negara, termasuk yang lolos kualifikasi, mempertimbangkan melakukan boikot dengan tidak menghadiri perhelatan tersebut. Namun, perhelatan tetap dilaksanakan, tanpa kehadiran dua pemain penting, yaitu Johann Cruyff dan Franz Beckenbauer. Cruyyf tidak tampil setelah mengalami percobaan penculikan.

Selama perhelatan, peserta memang tak mengalami gangguan keamanan. Namun, sejumlah kalangan menilai, peraturan turnamen tidak adil karena cenderung mendukung Argentina. Belum lagi munculnya dugaan pengaturan skor.

Salah satu peraturan yang dinilai menguntungkan adalah, Argentina selalu bermain malam hari, sehingga mereka sudah lebih dulu mengetahui hasil lain di grup mereka.

Soal pengaturan skor, itu terjadi di fase grup putaran kedua. Saat itu, Argentina harus melawan Peru. Untuk menjadi juara Grup B dan melaju ke final, Argentina harus menang dengan selisih empat gol.

Secara luar biasa, Argentina menang 6-0. Komentator menyebut kemenangan itu terlalu mudah. Belakangan, sejumlah kalangan menilai, kiper Peru, Ramon Quiroga, terlibat konspirasi dengan Argentina. Kesimpulan ini berdasar kenyataan bahwa Quiroga merupakan pemain kelahiran Argentina. Namun, tuduhan ini tak pernah terbukti.

Kontroversi Argentina masih berlanjut ke babak final, di mana mereka berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Belanda 3-1. Setelah pertandingan, Belanda menolak menghadiri konferensi pers karena menilai Argentina sengaja mengulur-ulur waktu kick-off.

Kontroversi mencapai puncaknya setelah di akhir turnamen, FIFA menganugerahkan penghargaan fair play kepada Argentina.

Terlepas dari berbagai kontroversi, Piala Dunia 1978 Argentina menularkan kegembiraan kepada rakyat yang sudah tersiksa rasa takut dalam dua tahun terakhir. Kiranya, ini menjadi sumbangan terbesar Mario Kempes dkk kepada negaranya.

Bagi sepak bola, hal itu semakin meneguhkan bahwa sepak bola bisa meretas batas-batas yang tak bisa ditembus sistem politik, ekonomi, atau sosial.

Data & Fakta Piala Dunia 1978 Argentina
Format: Empat grup yang masing-masing terdiri dari empat empat tim mengikuti babak penyisihan. Penghuni dua besar setiap grup masuk ke putaran grup kedua, yang terdiri dari dua grup berisi masing-masing empat tim. Juara grup bertemu di babak final.

Peristiwa penting & unik:
*Pada pertandingan melawan Hungaria, Perancis mengenakan kostum tim lokal, Atletico Kimberley. Dalam siaran televisi hitam-putih, kedua kubu tampak memakai kostum yang sama.
*Brasil tak sekalipun menderita kekalahan, namun gagal melaju ke final.
*Pemain Belanda, Ernie Brandts, mencetak gol di awal dan akhir laga melawan Italia. Gol pertama dilakukan ke gawang sendiri dan gol kedua ke gawang Italia. Belanda menang 2-1.
*Seorang biarawati ditahan karena menyerang seorang pria yang gembira melihat Austria menang 3-2 atas Jerman Barat.

Top skor

Gol Pen Main
Mario Kempes 6 0 7
Teofilo Cubillas 5 2 6
Rob Renzenbrink 5 4 7
Leopoldo 4 0 5
Hans Krankl 4 1 6

Perjalanan Menuju Final
GROUP A
Italia 2-1 Perancis
Argentina 2-1 Hungaria
Italia 3-1 Hungaria
Argentina 2-1 Perancis
Perancis 3-1 Hungaria
Italia 1-0 Argentina

P W D L Goals Pts
1. Italia 3 3 0 0 6-4 6
2. Argentina 3 2 0 1 4-3 4
3. Perancis 3 1 0 2 5-5 2
4. Hungaria 3 0 0 3 3-8 0

GROUP B
Jerman Barat 0-0 Polandia
Tunisia 3-1 Meksiko
Jerman Barat 6-0 Meksiko
Polandia 1-0 Tunisia
Jerman Barat 0-0 Tunisia
Polandia 3-1 Meksiko

P W D L Goals Pts
1. Polandia 3 2 1 0 4-1 5
2. Jerman Barat 3 1 2 0 6-0 4
3. Tunisia 3 1 1 1 3-2 3
4. Meksiko 3 0 0 3 2-12 0

GROUP C
Austria 2-1 Spanyol
Swedia 1-1 Brasil
Austria 1-0 Swedia
Brasil 0-0 Spanyol
Brasil 1-0 Austria
Spanyol 1-0 Swedia

P W D L Goals Pts
1. Austria 3 2 0 1 3-2 4
2. Brasil 3 1 2 0 2-1 4
3. Spanyol 3 1 1 1 2-2 3
4. Swedia 3 0 1 2 1-3 1

GROUP D
Belanda 3-0 Iran
Peru 3-1 Skotlandia
Belanda 0-0 Peru
Skotlandia 1-1 Iran
Skotlandia 3-2 Belanda
Peru 4-1 Iran

P W D L Goals Pts
1. Peru 3 3 0 0 7-2 5
2. Belanda 3 1 1 1 5-3 3
3. Skotlandia 3 1 1 1 5-6 3
4. Iran 3 0 0 2 2-8 1

Fase penyisihan grup (Penyisihan kedua)
GROUP A
Belanda 5-1 Austria
Jerman Barat 0-0 Italia
Italia 1-0 Austria
Jerman Barat 2-2 Belanda
Austria 3-2 Jerman Barat
Belanda 2-1 Italia

P W D L Goals Pts
1. Belanda 3 2 1 0 9-4 5
2. Italia 3 1 1 1 2-2 3
3. Jerman Barat 3 0 2 1 4-5 2
4. Austria 3 1 0 1 4-8 2

GROUP B
Brasil 3-0 Peru
Argentina 2-0 Polandia
Polandia 1-0 Peru
Argentina 0-0 Brasil
Brasil 3-1 Polandia
Argentina 6-0 Peru

P W D L Goals Pts
1. Argentina 3 2 1 0 8-0 5
2. Brasil 3 2 1 0 6-1 5
3. Polandia 3 1 0 2 2-5 2
4. Peru 3 0 0 3 0-10 0

Perebutan peringkat tiga
Brasil 2-1 Italia

FINAL
Argentina 3-1 Belanda (Perpanjangan waktu)

Sepatu Emas
1. Mario Kempes (Argentina)
2. Teofilo Cubillas (Peru)
3. Rob Renzenbrink (Belanda)

FIFA Fair Play
Argentina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: