Piala Dunia FIFA 1998

Piala Dunia FIFA 1998 di Prancis adalah format Piala Dunia FIFA yang sekarang ini. Penambahan delapan tim membuat peserta Piala Dunia 1998 meningkat, dari 24 menjadi 32 tim. Keikutsertaan 32 negara–dua di antaranya lolos otomatis, yaitu Brasil sebagai juara bertahan dan Prancis sebagai tuan rumah–memberikan kesempatan yang lebih besar kepada negara Afrika dan Asia.

Masing-masing grup juga mencerminkan pembagian yang lebih adil. Tiap-tiap grup dihuni oleh dua tim Eropa, satu tim Amerika, dan satu dari Asia atau Afrika. Sebanyak 64 pertandingan disaksikan tak kurang dari 36 miliar penonton atau lebih dari 550 juta per pertandingan di seluruh dunia. Partai final saja disaksikan oleh dua juta penonton.

Piala Dunia ini pada saat tersebut merupakan Piala Dunia dengan jumlah penunjukan kartu merah terbanyak, yaitu 22 kali.[1] Rekor ini kemudian pecah pada Piala Dunia 2006.

Catatan tentang kualifikasi

Pertandingan

Tak banyak kejutan di putaran pertama. Tim-tim unggulan lolos mudah dari grup masing-masing.

Partai InggrisArgentina di putaran kedua menjadi yang terbaik. Pentas di Geoffroy-Guichard, Saint-Etienne, 30 Juni 1998, tersebut ditandai dengan dua tendangan penalti pada 45 menit pertama.

Babak kedua penuh drama. David Beckham diusir wasit Kim Nielsen (Denmark) karena “menendang” Diego Simeone. Gol “kemenangan” Sol Campbell dianulir karena dianggap tak sah.

Kegagalan penalti David Batty akhirnya meloloskan Argentina. Tapi peruntungan tim Tango terhenti 1-2 di tangan tim Oranye Belanda pada perempat final. Sayangnya, Belanda juga terhenti di semifinal, juga lewat adu penalti, kalah 1-4. Ketangguhan Brasil, dengan Ronaldo sebagai pemain terbaik dunia 1997, diharapkan bisa menahan Prancis.

Langkah Prancis diawali dengan perlahan tapi pasti. Les Bleus memimpin grup C dengan nilai sempurna setelah menundukkan Afrika Selatan 3-0, Arab Saudi 4-0, dan Denmark 2-1.

Menghadapi Paraguay di putaran kedua, Prancis lolos berkat golden goal Laurent Blanc pada menit ke-113. Italia yang menjadi lawan di perempat final disingkirkan 4-3 melalui adu penalti.

Di semifinal, tuan rumah berhadapan dengan tim yang paling mengejutkan di Piala Dunia 1998, Kroasia. Negara pecahan Yugoslavia yang ditangani Miroslav Blazevic itu menyingkirkan Jerman 3-0 di perempat final.

Davor Sukertop scorer turnamen dengan enam gol–mencetak gol pertama pada menit ke-46. Prancis pantas berterima kasih kepada bek Lilian Thuram yang mencetak dua gol, pada menit ke-47 dan 69.

Final

Dan, pada 12 Juli, sekitar 75 ribu penonton–termasuk Presiden Prancis Jaques Chirac–menyaksikan partai final yang digelar di Stade de France, Saint Dennis. Tapi berita menggemparkan tersiar tatkala pelatih Mario Zagallo tak memasukkan nama Ronaldo dalam starting line-up. Pemain yang telah mencetak empat gol itu dikabarkan masuk rumah sakit karena cedera ankle kaki kiri.

Tapi satu menit menjelang kickoff, Ronaldo ternyata hadir. Keputusan yang menimbulkan pertanyaan mengapa sang phenomenon tetap diturunkan padahal dia tak bisa berbuat banyak.

Bintang partai final adalah Zinedine Zidane. Pemain yang sempat menerima kartu merah saat menghadapi Arab Saudi di putaran grup itu menunjukkan kepiawaiannya. Tak pernah dikenal unggul di udara, Zidane justru mencetak dua gol lewat kepalanya. Emmanuel Petit memastikan kemenangan Les Bleus 3-0.

Peluit akhir yang ditiup wasit Said Belqola dari Maroko–wasit asal Afrika pertama yang memimpin partai final–menjadi awal pesta Prancis yang menjadi negara pertama sejak 1970 yang tak pernah kalah sepanjang turnamen. The Champs Elysees dipadati ribuan orang sepanjang malam, merayakan kembalinya trofi Piala Dunia ke negara asalnya.

Penghargaan

Tim pilihan (All stars team) FIFA

Kiper: Fabien Barthez, Jose Luis Chilavert Belakang: Roberto Carlos, Marcel Desailly, Lilian Thuram, Frank de Boer, Carlos Gamarra Tengah: Dunga, Rivaldo, Michael Laudrup, Zinedine Zidane, Edgar Davids Depan: Ronaldo, Davor Suker, Brian Laudrup, Dennis Bergkamp

Lain-lain

sumber:id.wikipedia.org

Sejumlah 10 kota di Perancis terpilih sebagai lokasi penyelenggaraan:

Kota Stadion Kapasitas
Paris Stade de France 80.000
Marseille Stade Vélodrome 60.000
Paris Parc des Princes 49.000
Lens Stade Félix Bollaert 41.800
Lyon Stade Gerland 41.200
Nantes Stade de la Beaujoire 38.500
Toulouse Stadium de Toulouse 37.000
Saint-Étienne Stade Geoffroy-Guichard 36.000
Bordeaux Parc Lescure 35.200
Montpellier Stade de la Mosson 33.900

3 Tanggapan

  1. Infonya bagus gan…
    Kunjungi blog saya gan… Thx..

  2. ini termasuk piala dunia yang sangat berkesan bagi saya, terutama tim Ferancis yang menjadi kampiun dengan profesornya Zinedine Zidane apalagi babak semi final dengan kroasia itu sangat menegangkan, dan aku sampai histeris di pagi-pagi buta ketika tim perancis dengan beberapa pemainnya dapat kartu merah berhasil memenangkan pertandingan terberat itu!!! Unforgettable!! the best france team ever!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: