Piala Dunia 1994: Brazil Empat Kali Menjadi Kampiun!

Piala Dunia 1994 diselenggarakan di Amerika Serikat. Karena olahraga sepakbola tidak begitu dikenal di negara adi daya ini, ditambah dengan ketiadaan stadion sepakbola yang memenuhi standar internasional, pihak penyelenggara harus bekerja ekstra keras untuk menimbulkan semangat Piala Dunia dan mempersiapkan tempat yang layak.

Perjalanan Piala Dunia AS dapat dikatakan penuh kejutan. Selama babak kualifikasi benua, misalkan, banyak tim-tim besar harus terkubur secara mengenaskan. Di antara negara-negara yang gagal lolos ke putaran final terdapat negara-negara seperti Uruguay, yang dua kali menjadi juara dunia, Inggris, yang pernah mengangkat trofi ini pada tahun 1966, dan Portugal, yang merupakan salah satu tim terkuat Eropa. Namun kisah paling menyedihkan mungkin terjadi pada tim Perancis.

Tim Perancis waktu itu diperkuat oleh nama-nama beken seperti Jean Pierre Papin, Eric Cantona, dan David Ginola. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Le Blues difavoritkan untuk lolos ke putaran final.

Dalam pertandingan pertama di Sofia, Cantona dan kawan-kawan harus menyerah kalah dari Bulgaria. Namun, mereka berhasil memenangkan enam pertandingan berikutnya dan hanya seri sekali. Perancis pun memimpin klasemen grup dan hanya membutuhkan nilai satu dalam dua pertandingan tersisa, yaitu melawan Bulgaria dan Israel di Paris.

Melawan Israel, David Ginola sempat membawa tim Perancis unggul 2-1. Namun, di menit-menit terakhir keadaan malah berbalik dan Perancis harus takluk di kadang sendiri. Padahal, mereka mampu membantai Israel 4-0 di Tel Aviv.

Di pertandingan terakhir melawan Bulgaria, harapan sempat tumbuh di dada para pendukung tuan rumah. Kedudukan 1-1 sempat bertahan hingga menit terakhir, dan Perancis terus menekan pertahanan lawan. Sialnya, justru di menit terakhir itulah Emil Kostadinov dari Bulgaria membuat gol sekaligus membuat para pendukung tuan rumah terduduk lemas. Bulgaria akhirnya lolos ke AS, sedangkan Perancis harus gigit jari.

Sensasi terus berlanjut ke putaran final di AS. Dalam babak penyisihan grup, perhatian dunia banyak tertuju pada Kolumbia. Negara ini lolos ke AS dengan membawa catatan manis, yaitu berupa kemenangan 5-0 atas Argentina dalam penyisihan zona Amerika Selatan. Namun, Kolumbia seakan mengalami anti-klimaks di AS. Mereka bertekuk lutut pada Rumania dan tuan rumah AS. Kemenangan mereka dalam pertandingan terakhir melawan Swiss menjadi sia-sia karena Kolumbia kemudian harus puas menjadi juru kunci.

Nasib Kolumbia ibarat pepatah “sudah jatuh, tertimpa tangga.” Bukan hanya gagal lolos penyisihan grup, Kolumbia juga harus kehilangan bek andalan mereka Andres Escobar. Akibat gol bunuh diri yang dibuatnya saat melawan AS, seorang pendukung yang kecewa menembak Escobar hingga mati sepulangnya ke Kolumbia. Dunia sepakbola pun ikut berduka.

Situasi menegangkan juga terjadi di Grup E, yang ditempati Irlandia, Italia, Norwegia, dan Meksiko. Keempat tim berbagi nilai sama 4. Akhirnya, Meksiko dinyatakan sebagai juara grup karena memiliki produktivitas memasukkan bola lebih baik, sedangkan Italia, Iralandia, dan Norwegia berada di urutan berikutnya.

Di babak perdelapan final, satu-satunya pertandingan yang mengesankan adalah partai antara Argentina melawan Rumania. Keduanya memperlihatkan permainan apik dengan serangan-serangan yang membahayakan. Pertandingan itu sendiri kemudian dimenangkan oleh Rumania dengan skor 3-2.

Setelah banyak disuguhi gaya permainan yang cenderung bertahan oleh tim-tim peserta, rasa haus para penggila bola akan sebuah pertarungan seru akhirnya terpenuhi. Disebut-sebut sebagai pertandingan final yang sesungguhnya, Brasil dan Belanda sudah harus bertemu di babak perempat final. Kedua tim berani bermain terbuka dan menampilkan gaya permainan menyerang.

Meski sama-sama mencoba sekuat tenaga untuk menggedor pertahanan lawan, babak pertama dilalui kedua tim tanpa berhasil mencetak satu gol pun. Namun, babak kedua diwarnai hujan gol.

Brasil unggul lebih dulu melalui gol yang dilesakkan duet striker mereka, Romario dan Bebeto. Ketinggalan 2-0, tim Oranye semakin meningkatkan serangan dan membuahkan hasil berupa gol yang diciptakan Bergkamp dan Winter. Branco kemudian memberi kemenangan bagi Brasil melalui tendangan bebas. Brasil lolos ke semifinal sementara Belanda masih dapat berjalan dengan tegak meski gagal.

Setelah pertandingan perempat final antara Brasil melawan Belanda, pertandingan-pertandingan berikutnya kembali membosankan. Yang paling parah adalah ketika Brasil menghadapi Italia di pertandingan final. Ariggo Sacchi yang menukangi tim Italia menempatkan delapan pemain bertahan di lini belakang. Pertanduingan pun berakhir 0-0 hingga babak perpanjangan waktu berakhir, dan pemenangnya harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak yang banyak mengandalkan keberuntungan ini, dewi fortuna lebih berpihak kepada Brasil. Andalan Italia, Roberto Baggio, yang dikenal oleh publik Italia sebagai piawai dalam mengambil tendangan dari titik putih, gagal mencetak gol setelah bola tendangannya jauh melambung di atas mistar gawang. Brasil pun berpesta karena berhasil menjadi Juara Dunia untuk keempat kalinya.

Pertandingan final antara Brasil melawan Italia disbeut oleh banyak pengamat sebagai tidak layak dikenang. Negative football yang diperagakan anak-anak asuhan Sacchi membuat Piala Dunia 1994 tidak ditutup dengan pertandingan manis. Sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, belum pernah pertandingan final memperebutkan juara harus ditentukan melalui adu tendangan penalti.

Rekam pertandingan Piala Dunia 1994
Top skor
Hristo Stoitchkov (Bulgaria, 6 gol)
Oleg Salenko (Rusia, 6 gol)
Romario (Brasil, 5 gol)
Roberto Baggio (Italia, 5 gol)
Juergen Klinsmann (Jerman, 5 gol)
Kennet Andersson (Swedia, 5 gol)

Statistik Lain
Jumlah pertandingan 52
Jumlah gol 141
Rata-rata gol per pertandingan 2,71
Kartu merah 15
Kartu kuning 235
Gol bunuh diri 1
Total penonton 3.587.538
Rata-rata penonto 68.991

Data Final Brasil Vs Italia

Skor Akhir: 3-2 (adu penalti setelah kedudukan tetap 0-0)

Stadion: Los Angeles

Penonton: 94.194

sumber:yulyofdelpiero.blog.friendster.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: